Jika iman ditempatkan setelah ilmu & pengetahuan.. Maka ia akan kalah olehnya..

Karna iman berbeda dengan pengetahuan.. Iman difahami.. Dipercayai dan diyakini oleh Hati.. Baru lah dibuktikan dengan Ucapan dan Perbuatan..

Makanya banyak ilmuan saat ini yg berkeyakinan agnostik.. Percaya tuhan tp tak percaya agama.. Pengetahuan nya melimpah.. Ucapan & perbuatan (karyanya) membuat orang terkagum tp itu semua tidak mendekatkannya pada hidayah kecuali dengan kehendak Allah.. Kepercayaannya pada Tuhan terbatas oleh pengetahuan.. Karna dia menempatkan pengetahuan diatas segalanya..

Banyak pula orang-orang yang berilmu yang meninggalkan agamanya karna imannya tak sebanding dengan ilmunya..

Tapi jika iman yang telah tertanam itu dirawat, dan senantiasa bertambah, maka ilmu apapun yang dipelajari, ia akan siap menerima nya..

Maka tempatkan lah iman diatas pengetahuan & ilmu bahkan diatas sebaik-baiknya ilmu & petunjuk, yaitu Alquran..

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ نَجِيحٍ وَكَانَ ثِقَةً عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Waki’ berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Najih -ia tsiqah (terpercaya) – dari Abu Imran Al Jauni dari Jundub bin Abdullah ia berkata; “Ketika kami bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, pada saat itu kami merupakan sosok pemuda-pemuda yang kuat. Kami belajar iman sebelum mempelajari Al Qur`an, kemudian kami mempelajari Al Qur`an, maka dengan begitu bertambahlah keimanan kami.”