Pernahkan kita memberikan motivasi kepada anak? Sebagian kita sering memberikan motivasi kebaikan kepada anak untuk meningkatkan semangat mereka, sebagian lagi tidak, karna menganggap motivasi tidak banyak memberikan pengaruh/ perubahan. Bagaimana dengan ancaman? Sebagian kita sering memberikan ancaman kepada anak dgn berbagai alasan, sebagian lagi tidak karna menganggap ancaman hanya menyimpan memori negatif di hati & fikiran anak dan tidak banyak memberikan pengaruh/ perubahan.
Dari berbagai pendapat yang berbeda-beda tersebut, dari yang setuju sampai yang tidak, semuanya mempunyai alasan dalam rangka mengajarkan kebaikan bahkan syari’at. Dalam tulisan ini saya tidak ingin mengangkat yang benar atau memojokan yang salah, tapi mengajak kepada teman-teman pendidik baik guru maupun org tua agar kembali untuk menerima semua apa yang telah dibawa oleh syari’at ini, dan tidak hanya memilih & menjalankan yang sesuai dengan “selera” kita.
Sebagaimana para sahabat menerima apapun yang dicontohkan oleh Nabi saw. dan melakukannya sebelum menyuruh kepada anak-anak mereka. Sebagaimana ketika mendengar anjuran Nabi saw. untuk menggantungkan cambuk maka Umar ra. langsung menggantungkan cambuk di rumahnya dan berkata kepada anak-anaknya “Ini yang akan membuat kalian beradab”. Ketika mereka mendengar perintah & larangan Nabi saw. tanpa bantahan tanpa alasan, hanya ada satu kalimat yang mereka ucapkan: “Sami’na wa atho’na”
“Dalam menyikapi perbedaan, sebetulnya syetan hanya ingin membuat umat ini berpecah belah membanggakan pendapat masing-masing dan melupakan kesalahan yang sesungguhnya”
Ibnu Jauzi Rahimahullah
Kembali kpd perbedaan tadi, ada yang tidak kita sadari (dan ini mungkin yang disembunyikan oleh syetan). Bahwa kesalahan sebetulnya bukan ketika memotivasi atau mengancam, tapi apa yang jadi motivasi atau ancamannya.
Pastinya bukanlah motivasi dunia seperti menjanjikan hadiah, contoh “kalau kaka bisa hafal 1 juz, nanti kita jalan-jalan ke pantai ya…” dsb. Bukan juga ancaman dunia, contoh “kaka harus belajar, nanti kalau gabisa ujian nya gk naik kelas!!” dsb. Apapun alasannya, itu semua pola motivasi & ancaman yang salah.
Apa yang para ulama kita tulis tentang metode mengajar Nabi saw. dengan menyampaikan nasehat, adalah mengembalikan semua motivasi dan ancaman kepada akhirat.
Salah satu maha karya ulama kita yang membahas tuntas masalah tersebut, dari motivasi & ancaman dalam niat, ibadah, mu’amalah, dst dalam satu buku yang berjudul;
At-Targhib wat-Tarhib
Oleh : Al-Imam Al-Hafidz Zakiyuddin Abdul ‘Adzim Al-Mundziri
“Jangan katakan kalau kita tidak bisa seperti Nabi, atau zaman ini sudah berbeda, karna kalau kita katakan demikian artinya kita ingin mencari sosok teladan yg lain, tapi katakanlah bahwa kita belum bisa mengikuti seutuhnya dan kita ingin berusaha, mempelajari & mengamalkannya”
Budi Ashari, Lc
“Generasi ini tak akan membaik kecuali diperbaiki dengan cara bagaimana umat terdahulu diperbaiki”
Imam Malik Rahimahullah
Mari kita pelajari dan diskusikan, sebagai referensi dalam mendidik generasi.. kalau kita benar-benar cinta syariat ini & rindu dengan kebesaran yg Nabi saw. janjikan. E-Book bisa di download gratis di link berikut..
https://drive.google.com/file/d/14e_8EN2Ed4C6HUcr6lL2QyrJzVv6TVie/view?usp=drivesdk